


Malam 1 Suro atau malam 1 Muharam atau tahun baru Hijriah 1448 bagi sebagian besar masyarakat di Desa Sirkandi merupakan malam yang sakral dan spiritual.
Di era modern, tradisi malam 1 Suro tetap lestari sebagai warisan budaya yang mengajarkan pentingnya refleksi diri dan menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, serta Sang Pencipta. Dengan memahami makna di balik peringatannya, generasi muda dapat terus melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia. Sebagaimana juga yang dilakukan warga masyarakat Dusun Salaraga Desa Sirkandi dalam menyambut malam 1 suro atau malam pergantian tahun Hijriah meraka berkumpul di masjid mengadakan tasyakuran, sholawat dan berdoa bersama yang sudah menjadi tradisi setiap tahunnya.
“…ini merupakan kebiasaan yang dilakukan warga saya Dusun Salaraga setiap malam 1 suro membawa makanan, membuat tumpeng dengan sukarela dan dimakan bersama di masjid untuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Alloh SWT..” ujar Bapak Rasno Kepala Dusun Salaraga
